fly away
fly away
fly away
fly away
Thursday, March 10, 2005
KOST : Episode I
Aku pernah kost di daerah tebet. Daerah yang sangat strategis, soalnya dekat ke-mana2. Mau ke blok M dekat, ke Menteng deket, ke puncak juga deket (kan lewat tol). Mau masuk jalan tolnya juga deket, dari depan Gelael MT.Haryono. Asik kan. Makanya aku sempet males pindah walaupun uang kost naik setiap tarif listrik naik tapi aku tetap bertahan biarpun gaji naik Cuma sekali setahun. Kadang2 aku ingin bilang ke Bapak atau Ibu kost, agar tidak se-enaknya menaikkan uang kost walaupun tarif listrik bisa naik 2 x dalam setahun tapi aku takut mau ngomongnya, bukannya apa2 karena tempat kost aku ini tarifnya cukup murah terutama di daerah tebet untuk ukuran kamar yang berukuran 4 x 3 meter. Pake AC, cuci setrika plus air mineral yang selalu tersedia setiap saat. Coba, bagaimana mau protes? Jangan2 aku malah di suruh cari tempat lain yang aku yakin gak bakalan ketemu di Jakarta ini. Tempat kost seperti tempat aku ini. Fasilitas oke harga murah. Dasar melayu, hehehe…
Tapi kan gaji aku naik cuma setahun sekali. Gara2 uang kost naik melulu aku merasa kenaikkan gaji tidak artinya, karena aku merasa tidak pernah menikmatinya. Gimana mau menikmati, wong uang kost di naikkin melulu.
Kenapa aku sampai kost? Waktu itu aku stress banget jadi anggota P4 alias pergi pagi pulang petang. Berangkat gelap, pulang gelap. Tidak bisa menikmati matahari pagi yang kata artikel-artikel kesehatan yang kubaca banyak manfaatnya bagi hidup. Rutinitas yang terus menerus membuat hidupku tidak berarti. Apalagi setiap sabtu sering lembur. Aku merasa seperti katak di dalam tempurung. Mana gak pernah gaul lagi..kalau mau jalan bareng teman-teman musti mikir berkali-kali..maklum pulangnya ke depok, nggak ada yang mau mengantar! Duh….
Setelah berdebat dengan Ibunda tercinta dengan disertai janji akan menjaga diri dan tetap menjaga yang satu itu. Terdamparlah aku di Tebet.
Aku tinggal di kost yang terakhir hampir lima tahun, sebelumnya aku sempat 5 bulan ditempat yang lain, tetap daerah tebet. Ditempat terkahir secara tidak resmi aku sudah di anggap Bu Lurah. Paling lama, paling betah….
Hampir setiap malam teman-teman kost ngumpul di ruang tengah, disitu ada meja makan. Apabila yang ngumpul belum lengkap mulailah beberapa teman memanggil teman-teman yang masih ada di dalam kamarnya. Mulanya aku sih senang-senang saja tapi lama-lama jadi bosan, bukannya apa-apa masalahnya kok lama-lama cerita yang keluar itu-itu saja, gak jauh dari cinta. Yang patah hatilah, yang lagi naksir, yang selingkuh tapi ogah diputusin….werrrr..cinta mulu deh…beneran bikin bosen. Mulailah aku mencari-cari alasan untuk tidak ikut ngerumpi. Kadang-kadang aku pulang malam, ini paling pas karena alasan capek paling gampang dipercaya. Pernah juga aku diam saja ketika nama ku di panggil, walaupun mereka mengetuk pintu. aku pikir toh lama-lama mereka akan bosan juga memanggil aku terus. Ternyata tak-tikku jitu, akhirnya mereka pada bosen ngajakin aku ngerumpi.
Trus dikamar ngapain? Ya baca-baca. Kan setiap ke toko buku aku selalu beli novel. Waktu itu aku lagi demen baca chicklit, itu tuh yang ceritanya sekitar kehidupan asamara dan karir wanita single. Sekali beli bisa sampai 3 atau 4 buku trus langsung dibaca. Lama-lama bosen juga, abis gitu-gitu aja sih dan kadang-kadang udah ketebak endingnya. Pindah deh topik buku ke yang religius. Aku mulai deh cari-cari buku agama. Abis baca buku itu aku jadi sedikit religius (gak deng..dari dulu kok) sampai sekarang belum berubah.
Oiya balik lagi ke tempat kost. Karena sering dikamar lama-lama mataku gak bisa diajak kompromi. Setiap baca buku aku pasti tiduran gak pernah enggak. Kayaknya gak enak kalau baca sambil duduk, capek. Lama kelamaan baru nempel bantal mata langsung lima watt. Pernah aku coba “beredar” lagi di meja makan, ngumpul ama teman-teman kost tetap tidak berubah pasti kalau sudah jam 9 mata gak mau kompromi, langsung ngantuk. Sampai teman-temanku terutama yang sudah dekat pada marah. Sampai Ina, si bungsu (waktu itu paling muda..emang masih muda banget) ngasih gelar baru aku sleeping beauty. Sejak itu kalau di tengah-tengah obrolan aku masuk kamar, Ina langsung ngomong “sleeping beauty banget sih lo mbak” wakakakakak…..gimana dong Na? Abis emang ngantuk.
Sekarang gak loh na, aku punya temen chat yang bisa nahan ngantukku. Ina, Dede, Nina…I miss u so much…reunian yuukkk, paling asik kalau di Bandung, ngulang yang dulu lagi. Mumpung Dede blom nikah.
1 Comments:
Anonymous Anonymous said...

punya info kost yg murmer deket2 yg gampang akses P6 ga' ? yaa budget 300-350 gt degh

7:06 PM  

Post a Comment

<< Home

Name:
Location: Depok yang tambah muacet

Wanita mandiri tapi tetap butuh teman.

My day

Powered by TagBoard Message Board
My guest

my address' guest

Messages(smilies)

Powered by Blogger