fly away
fly away
fly away
fly away
Saturday, February 19, 2005
"R" dulu dan sekarang
R”, apa kabar kamu sekarang? Terakhir kamu kirim sms pas valentine kemarin. Aku inget-inget pada saat kita pacaran kamu gak pernah ngucapin. Kenapa sekarang pas kita udah putus kamu malah ngucapin. Kenapa sih?
Inget gak dulu waktu kamu lagi pedekate?. Sehari telepon 3 kali (kayak makan obat). Datang ke kantor, jemput aku. Kenalan sama teman2 kantorku, bahkan sepertinya kamu ingin kenal semua teman2 kantorku bahkan pekerjaanku sampai ke datail2nya (bikin sebel juga, abis mau tau aja sih).
Inget gak dulu waktu kita udah jadian? Kamu sepeti menikam pedang ke dada sampai tembus ke hatiku. Kamu ternyata tidak sebaik seperti waktu pertama kita kenalan. Inget gak? Pas makan bareng temen2 di Bakmi GM kamu menyangkal di depan teman2ku kalau kita pacaran. Sebelumnya juga kita sempat ribu sewaktu kamu jemput aku di LIA abis itu kamu nyuruh aku pulang karena ada teman wanitamu yang ngajak makan. “R” yang bener aja! Aku gak habis pikir sebenarnya hubungan kita mau dibawa kemana? Aku cuma bisa curhat ke elli, sahabatku. Percaya gak kamu dia yang paling antusias nyuruh aku putusin kamu. Katanya buang2 energi pacaran sama kamu. Aku bersikeras mempertahankan hubungan kita karena terus terang aku udah capek pacaran, aku ingin punya hubungan yang mapan. Tapi sepertinya kamu tidak perduli dengan perasaanku walau terus terang aku selalu protes dengan sikap kamu yang selalu menebar pesona ke semua wanita tanpa kecuali teman2ku sendiri.
Puncaknya pada saat kamu terang2an jalan dengan perempuan itu. Ternyata dialah wanita idaman kamu. Cantik, anak tunggal, anak orang kaya…”R” ternyata kamu cowok matre! Gondok, sakit hati, semuanya ada di hatiku. Mulanya aku gak percaya sampai muf telepon aku (dia gak pernah telepon kalau gak ada perlunya) terus dia cerita semua tentang hubungan kamu sama anak tunggal itu. Malahan perempuan itu sempet datang ke tempat kostku, pura2 beli pecel lele.
Dulu, perasaan sakit yang menikam dada ini gak bisa aku tahan. Aku harus mengambil keputusan yang berat karena aku harus melepaskan kamu. Kamu sendiri dengan mudahnya ngomong “ cinta itu tidak harus memiliki”. Mata pisau itu benar2 terbenam di hati ini.
Setelah itu kamu selalu cerita tentang hubungan kamu dengan anak tunggal itu. Aku pikir kamu akan menikah dengan dia.
Sekarang, kamu sudah putus dengan dia. Kamu bilang karena perempuan itu yang memutuskan kamu dan kamu masih punya harga diri. Harga diri? Apa aku gak salah dengar? Emangnya kamu punya harga diri kalau setelah putus dari perempuan itu terus kamu mau balik ke aku?
“R”, sekarang aku tidak secengeng dulu. Lagipula aku sudah tau “kartu” kamu. Gak usah deh merayu-rayu, aku perempuan yang paling baik yang pernah kamu kenal. Percuma! Aku gak bakalan percaya sama omongan kamu. Tabiat, sifat, karakter orang gak akan berubah dan itu aku percayai sekali. Gak usah kamu nyinggung umur yang terus berjalan. Aku gak mau nikah hanya karena status. Aku masih percaya kepada Allah SWT yang akan mengirim seorang pendamping yang baik untukku walau aku harus menunggu. Aku akan menunggu dengan sabar dan tawakkal.
“R”, sekarang aku gak ingin di ganggu. Maaf ya, jadi temen juga aku malas. Lebih baik kamu jalani hidup kamu sendiri dan gak usah ganggu aku lagi, juga gak perlu sms.
0 Comments:

Post a Comment

<< Home

Name:
Location: Depok yang tambah muacet

Wanita mandiri tapi tetap butuh teman.

My day

Powered by TagBoard Message Board
My guest

my address' guest

Messages(smilies)

Powered by Blogger